PULAU BERAS BASAH, PULAU KECIL NAN ELOK DI LINGKUNG SELAT MAKASSAR

Bontang – Mendengar tentang Kalimantan, mungkin hal yang pertama terbayang dalam pikiran adalah hutan yang luas dengan satwa beragam yang hidup di dalamnya. Kalimantan memang dikenal dengan hutannya yang merupakan paru-paru dunia, terlepas dari deforestasi yang kian marak saat ini. Padahal, pulau yang berjuluk Borneo tersebut memiliki sisi indah yang tersembunyi dan belum banyak terekspos.

Pulau Beras Basah merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Kalimantan Timur, tepatnya di Kota Bontang. Pulau yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya tersebut letaknya cukup strategis, yakni di antara kawasan kilang PT Badak LNG dan Pulau Segajah. Beras Basah terletak di Selatan Kota Bontang dengan jarak sekitar tujuh mil atau sebelas kilometer dari Kota Bontang. Perairan Selat Makassar mengelilingi pulau seluas kurang lebih satu hektare tersebut. Pengunjung Beras Basah tidak hanya berasal dari warga lokal, melainkan juga dari luar kota hingga luar negeri. Animo pengunjung yang cukup tinggi mendorong Pemerintah Kota Bontang terus berupaya untuk menata pulau yang dikenal dengan warna air laut yang hijau kebiruan tersebut. Hal ini dilakukan demi mempertahankan serta menambah keindahan pulau yang pasirnya banyak ditumbuhi tanaman tapak kuda tersebut.

 

Sejarah Beras Basah

Menurut cerita rakyat setempat, nama Beras Basah berasal dari kata “Beras” dan “Basah”. Konon dahulu kala, kapal milik Kesultanan Kutai yang tengah berlayar di Selat Makassar tiba-tiba karam dan menumpahkan bawaannya. Barang bawaan yang diangkut oleh kapal tersebut salah satunya adalah beras. Karena perairan tempat kapal karam tersebut dangkal, maka beras yang tertumpah tidak tenggelam tetapi muncul sebagian seperti gundukan. Lama-kelamaan gundukan beras tersebut menjelma  menjadi pulau berpasir putih seperti beras yang selalu basah karena dikelilingi oleh lautan (Sumber : Wikipedia)

 

Transportasi Kapal Ketinting

Untuk dapat mencapai pulau Beras Basah, pengunjung dapat menyewa kapal ketinting milik nelayan setempat yang tersedia di pelabuhan. Pengunjung dapat memilih jalur keberangkatan, yakni melalui pelabuhan Tanjung Laut, pelabuhan Loktuan, atau Bontang Kuala. Dengan merogoh kantong sebesar Rp 400.000 – 600.000, pengunjung sudah mendapat fasilitas menyeberang pergi dan pulang dari Beras Basah dengan kapal. Agar lebih hemat, satu kapal dapat diisi dengan beberapa orang (disesuaikan dengan besarnya kapal) sehingga ongkos dapat dibagi bersama. Adapun waktu tempuh yang dilalui untuk menjangkau Beras Basah yakni sekitar 60 menit.

Spot Cantik di Beras Basah

Salah satu keindahan Beras Basah terdapat pada warna airnya yang menawan, yakni hijau muda hingga biru. Keelokan gradasi warna tersebut tentunya menggoda siapapun untuk mencicipi kesegaran airnya dengan sekedar berendam hingga berenang.

Selain berenang, aktivitas yang paling digemari oleh pengunjung adalah snorkeling dan menyelam. Perairan di Beras Basah memang dikenal dengan ragam terumbu karang yang indah serta berbagi jenis ikan laut warna-warni nan rupawan. Beras Basah biasa dijadikan tempat untuk berpesta lampion kala menyongsong tahun baru. Kawasan ini juga sangat cocok bagi penggemar fotografi. Pemandangan sunrise yang memukau hingga sunset yang temaram di Beras Basah, wajib untuk diabadikan melalui kamera.

Disana terdapat mercu suar setinggi 15 meter yang berdiri kokoh di pinggir pulau . Mercu suar tersebut menjadi ikon Beras Basah, yang berfungsi sebagai navigasi kapal, sekaligus tempat yang cocok untuk berswafoto bagi para pengunjung.

Fasilitas di Beras Basah

Pulau Beras Basah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas antara lain musholla, gazebo, serta toilet. Jika ingin menggunakan air tawar di toilet, pengunjung harus membayar Rp 5.000 per jerigen isi lima liter. Selain itu, Pemerintah Kota Bontang saat ini tengah membangun pujasera di pinggir Pantai Beras Basah. Anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang cukup besar, yakni senilai Rp 1,7 miliar. Pujasera tersebut rencananya akan dijadikan sebagai pusat kuliner. Para pedagang nantinya akan dipindahkan ke pujasera untuk berjualan disana, sehingga kawasan pantai tampak lebih rapih dan tidak kumuh.

 Aman Untuk Anak

Saat berlibur ke pantai, orang tua biasanya cemas untuk mengikutkan anak-anak karena kuatir akan ombak yang besar. Ombak yang cukup tenang serta garis pantai yang landai, menjadikan Beras Basah sebagai tempat wisata yang terbilang aman untuk anak. Sebagai pengaman tambahan, alangkah baiknya juga untuk melengkapi mereka dengan pelampung. .

 

Pantang Mencuci Panci di Laut

Pulau yang mengalami abrasi hingga luasnya menyusut tersebut dihuni oleh lima orang yang seluruhnya merupakan penjual makanan di area Beras Basah. Mereka tinggal di rumah panggung yang disiapkan ole Pemerintah Kota Bontang. Salah seorang warga yang kerap disapa Ma’ Eteng menjelaskan bahwa kelima orang yang mendiami pulau tersebut merupakan suku Mamuju yang berasal dari Sulawesi Barat, serta memiliki hubungan kekerabatan. “Mereka yang berdagang disini masih ada pertalian saudara, asli keturunan Mamuju. Rata-rata sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di sini’, ujarnya dengan logat Sulawesi yang kental.

Pria berusia 62 tahun tersebut menuturkan bahwa ada kepercayaan dari masyarakat yang mendiami pulau untuk tidak mencuci peralatan memasak khususnya panic di air laut. Masyarakat setempat percaya bahwa perbuatan itu tidak di sukai oleh penunggu pulau dan membuat orang yang melanggar akan mengalami kesurupan.

“Pernah suatu kali seorang perempuan yang tinggal disini mencuci panci di laut, setelah pulang mencuci dia langsung kesurupan. Setelah di panggil orang pintar, perempuan tersebut baru sadar”, cerita bapak empat anak tersebut.

Keunikan lain pulau Beras Basah di masa silam terlihat dari kewajiban pengunjung yang harus pulang dalam keadaan basah. “Kalau pulang dari sana, semua harus dalam kondisi basah. Tujuannya, demi menghormati nama yang sudah diberikan orang tua dahulu,” tutupnya sembari tersenyum. (Udz/Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *