Antisipasi Penyebaran Aliran Kepercayaan dan Radikalisme, Tim PAKEM Gelar Rapat Koordinasi

 

Bontang – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Desember 2019. Rapat tersebut sebagai bentuk koordinasi antar tim dalam memonitor aliran kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan PTSP, rapat dihadiri oleh Wakil Walikota Bontang (Basri Rase), Kepala Kejaksaan Negeri Bontang (Agus Kurniawan), Sekretaris Badan Kesbang Pol (Basir) serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Bontang, Basri Rase menyampaikan bahwa antisipasi dini perlu terus dilakukan oleh Tim PAKEM. Ia menyampaikan bahwa di Kota Bontang terdapat beberapa aliran kepercayaan yang sempat berhenti, kemudian kini mulai bergerak kembali. Ia juga meminta tim PAKEM untuk dapat melakukan sosialisasi di tingkat RT agar aliran kepercayaan yang berkembang tidak mengganggu ketenteraman umat beragama.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, Agus Kurniawan sebagai ketua tim menyatakan bahwa prinsip Tim Pakem adalah menjaga stabilitas kegiatan keagaman dan aliran kepercayaan masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang. Pengawasan harus tetap dilaksanakan untuk menghindari adanya kegiatan yang menyimpang dan menyalahi aturan keagamaan yang ada, serta

meresahkan pemeluk agama. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh aliran kepercayaan juga menjadi objek yang harus diantisipasi karena apabila sesat maka memiliki kecenderungan pada radikalisme. Pergerakan aliran kepercayaan harus terus dimonitor agar tidak mengganggu kerukunan dan stabilitas umat beragama. Selan itu, mengingat bahwa Kota Bontang akan menggelar Pilkada pada tahun 2020 mendatang, adanya kegiatan yang menyimpang dapat mengganggu stabilitas politik.

Hasil diskusi mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aliran kepercayaan di Kota Bontang yang masih melakukan kegiatan hingga saat ini. Ada pula yang sudah lama vakum tetapi kini mulai berkembang lagi. Beberapa aliran kepercayaan tersebut menafsirkan kitab suci menurut keyakinan sendiri, bukan menurut ajaran agama yang benar. Terdapat juga aliran kepercayaan yang sudah memiliki legalitas sehingga sulit untuk ditindak. Selain itu, dalam diskusi terungkap bahwa ada indikasi warga Kota Bontang yang memberikan donasi pada ISIS. Meskipun demikian hal tersebut masih tengah diselidiki lebih lanjut oleh Intel Polres Bontang.

Forum diskusi juga membahas mengenai pengawasan terhadap penceramah di rumah ibadah khususnya masjid, yang isi ceramahnya mengandung provokasi dan mengkritisi kebijakan Pemerintah. Di samping itu, ada pihak yang menyebarkan buletin yang berisikan konten provokatif dan ujaran kebencian kepada Pemerintah, dimana buletin tersebut dibagikan di masjid tertentu setiap hari Jumat. Terkait dua hal tersebut, Kementerian Agama Kota Bontang diminta untuk dapat melakukan pengawasan serta menindak lanjuti adanya pihak yang ingin memecah belah umat beragama maupun masyarakat dengan menggunakan sarana tempat ibadah.

Tim PAKEM merencanakan untuk memanggil secara langsung maupun melakukan dialog dengan pemimpin aliran kepercayaan yang masih melakukan aktivitas kendati sudah dilarang. Pemimpin aliran akan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum apabila terbukti melanggar.

(*nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *