Bangun Kesadaran Bela Negara, Kemhan RI Gelar Sosialisasi di Kota Bontang

Bontang – Sebagai upaya membangun jiwa bela negara di kalangan profesional ASN, BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta di Kota Bontang, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan RI menggelar sosialisasi kesadaran bela negara pada Kamis, 12 Maret 2020. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bontang.

Bertempat di Hotel Tiara Surya, sosialisasi dihadiri oleh Direktur Bela Negara Dirjen Pothan Kemhan RI (Brigjen Jubei Levianto, S.Sos, MM) beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah Kemhan Provinsi Kalimantan Timur (Kolonel Gema Repelita, SH, MH), Walikota Bontang (dr.Hj.Neni Moerniaeni, SpOG), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bontang (Sony Suwito Adicahyono, SH, MM), perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang, tokoh masyarakat, serta peserta sosialisasi yang berjumlah lebih dari 100 orang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Bontang, Neni Moerniaeni. Dalam sambutannya Neni menyampaikan tentang pentingnya mengembangkan semangat bela negara dalam segala aspek kehidupan. Neni pun mengapresiasi Kemhan atas pelaksanaan sosialisasi bela negara di daerah, khususnya di Kota Bontang.

Sementara itu, Direktur Bela Negara Dirjen Pothan, Brigjen Jubei Levianto dalam sambutannya menjelaskan bahwa bela negara harus dikembangkan di setiap lingkup pekerjaan. Bela negara tidak hanya tentang mengangkat senjata, melainkan berjuang dan berprestasi dengan cara masing-masing pada bidang yang digeluti.

Pada kesempatan tersebut,  Brigjen Jubei Levianto sekaligus bertindak sebagai narasumber pertama. Ia menerangkan mengenai lima dasar bela negara yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara. Dijelaskan bahwa bela negara sebagai landasan dalam melaksanakan sistem pertahanan rakyat semesta. Perang yang dihadapi kini tidak sama seperti sebelumnya. Bangsa Indonesia kini menghadapi peperangan di era industri 4.0 atau perang modern, meliputi perang pola pikir, perang asimetris, perang ideologi, dan perang informasi yang dapat mengancam kesatuan bangsa. “Uni Soviet dan Yugoslavia pecah, tanpa sebutir peluru pun terlontar, tanpa invasi negara asing. Jangan sampai Indonesia juga mengalami hal yang sama”, tegasnya. Selain itu, Brigjen Jubei juga menyampaikan bahwa membangun cinta tanah air dapat ditunjukkan dalam banyak upaya, antara lain bangga menggunakan produk dalam negeri, mengenali tanah air dengan segala keindahannya, bijak dalam bertukar informasi (saring before sharing), mengembangkan sikap terbuka untuk menerima perbedaan, serta mencintai seni budaya sebagai alat pemersatu.

Sementara itu materi kedua disampaikan oleh Deputi VI Koordinator Kesatuan Bangsa Kemenkopolhukam RI, Guslin, SH, MH, MM. Pada sesi ini dijelaskan tentang upaya bela negara dari ancaman Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan). Ia juga mengingatkan tentang pentingnya menginternalisasikan jiwa bela negara sejak dini, khususnya kepada anak. Cara tersebut dinilai sangat efektif untuk membentuk karakter pribadi seseorang.

Semangat bela negara juga diwujudkan melalui ketaatan dalam membayar pajak. Hal tersebut disampaikan oleh narasumber ketiga, yakni  Windu Kumoro, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bontang. Kewajiban pajak bagi warga negara sebagai bentuk kesadaran bela negara serta wujud rela berkorban demi kemajuan bangsa.

Windu menerangkan bahwa sebesar 83 persen pendapatan negara bersumber dari pajak. Hal tersebut membuat dominasi pajak untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat tinggi. Dijelaskan Windu, penerimaan pajak digunakan untuk penyelenggaraan pemerintah dan negara, termasuk di dalamnya pembangunan infrastruktur. “Sebagai contoh, Bapak-Bapak dari Kementerian kini bisa mendarat di bandara Samarinda, yang lebih dekat menuju Bontang. Berkat pajak, Bapak-bapak tidak perlu lagi menempuh jarak jauh dari Balikapapan, sebab kini sudah ada dua bandara “, ujar Windu.

Tak lupa Windu mengingatkan peserta sosialisasi untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak tahun 2019. Bagi yang mengalami kesulitan dalam pelaporan dapat mendatangi KPP Pratama Bontang, untuk mendapatkan bantuan dari petugas di KPP Pratama.

Sosialisasi kesadaran bela negara pada lingkup pekerjaan tersebut digelar selama dua hari dan akan berakhir pada Jumat, 13 Maret 2020.

*nov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *