Diskusi Pelatihan Bela Negara, Bakesbangpol Kukar Kunjungi Bontang

 

Bontang – Badan Kesbang Pol Kota Bontang menerima kunjungan dari Badan Kesbang Pol Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat, 22 November 2019. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan Pelatihan Bela Negara secara mandiri oleh perangkat daerah. Pertemuan dilakukan di ruang rapat Badan Kesbang Pol Kota Bontang. Seperti yang diketahui, Badan Kesbang Pol akan melaksanakan Pelatihan Bela Negara yang menyasar Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebagai peserta. Pelatihan yang telah direncanakan sejak dua tahun silam bakal digelar pada pada awal Desember tahun ini. Adapun tim dari Badan Kesbang Pol Kukar yang berkunjung yakni Kepala Badan (Rinda Desianti), Kepala Sub Bidang Ketahanan Ekonomi (Mahdalena), Kepala Sub Bidang Ketahanan Sosial Budaya (Endang Indrayati) beserta jajaran staf.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Badan Kesbang Pol Kukar, Rinda Desianti menyampaikan Kukar sejatinya telah memiliki kader bela negara sebanyak 3 (tiga) angkatan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bela Negara. Badan Kesbang Pol Kukar berencana untuk menyelenggarakan pelatihan secara mandiri pada triwulan ke-2 Tahun 2020 mendatang. Jumlah target peserta yakni sebanyak 300 (tiga ratus) orang.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbang Pol Bontang, Sony Suwito Adicahyono menyampaikan bahwa banyak hal yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan pelatihan bela negara secara mandiri. Meskipun mandiri, namun pelaksanaan tidak lepas dari keterlibatan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai jejaring pembentukan kader bela negara. Ia menjelaskan bahwa setiap pelatihan bela negara yang dilaksanakan oleh Kanwil maupun Kemhan, otomatis pesertanya menjadi kader bela negara. Setiap daerah dapat menggelar pelatihan sendiri dengan tetap melibatkan Kemhan, karena sertifikat hanya dapat dikeluarkan oleh Kemhan. Sony menambahkan, Kemhan bahkan mendukung pelaksanaan diklat bela negara di daerah sebagai bagian dari program menciptakan 100 juta kader bela negara.

Kepala Bidang Ideologi dan Politik, Natalia Trisnawati menyampaikan materi tentang pelatihan bela negara dan perencanaan Bakesbang Pol Bontang dalam menggelar event besar tersebut. Ia menjelaskan, Ormas dipilih sebagai peserta sebab ormas memerlukan pembinaan guna berpartisipasi dalam upaya bela negara. Adapun jumlah peserta yang mengikuti pelathan yakni sebanyak 87 orang yang berasal dari 53 ormas di Kota Bontang. Sedangkan, pelatih akan didatangkan dari Kanwil (Kantor Wilayah) Kemhan Provinsi Kalimantan Timur, didampingi oleh personel Den Arhanud dan Forum Bela Negara (FBN) Kota Bontang.

Natalia menambahkan, seluruh materi yang diajarkan berasal dari Kanwil Kemhan. Anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota Bontang untuk melaksanakan pelatihan bela negara tersebut yakni sebesar 473 Juta Rupiah. Guna meminta izin penyelenggaraan, Badan Kesbang Pol Bontang juga bersurat langsung kepada Ditjen di Kemhan dan permohonan tersebut ditanggapi dengan positif. Terkait pengadaan perlengkapan peserta, Natalia memaparkan bahwa bahwa seluruh pengadaan dilaksanakan oleh satu penyedia barang yang berlokasi di Jakarta.

Apabila Badan Kesbang Pol Bontang menyasar seluruh sejumlah besar ormas, maka Badan Kesbang Pol Kukar menyasar hanya kepada dua organisasi, yakni Pemuda Pancasila dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Dijelaskan Rinda, pelaksanaan pelatihan bela negara secara mandiri merupakan permintaan dari Wakil Bupati Kukar. Wilayah Kukar yang luas membutuhkan personel yang kuat. Kader bela negara di Kukar nantinya akan dilibatkan sebagai pencari informasi dan keterangan serta mengamati situasi kondisi terkini masyarakat di level akar rumput. Ia juga memaparkan bahwa anggaran pelatihan sudah tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2020. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan dan menyusun langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan.

Rinda menambahkan, Badan Kesbangpol Kukar tidak akan banyak melibatkan Ditjen Potensi Pertahanan Kemhan  dalam sesi pelatihan, tetapi akan lebih melibatkan Kodim setempat. Kendati demikian, materi akan tetap mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Kemhan.

(*nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *