Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan Melalui Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Bontang – Atraksi tari dan teatrikal mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Kamis, 2 Mei 2019 yang digelar di Stadion Bessai Berinta Kota Bontang. Pertunjukan apik tersebut dipersembahkan oleh 120 siswa dari sejumlah sekolah di Kota Bontang, yang merupakan binaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang. Siswa-siswa tersebut menunjukkan kebolehan mereka dalam penampilan teatrikal tentang tempat wisata dan makanan khas Kota Bontang, serta menari dengan iringan lagu-lagu daerah.

Mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang mengemas peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan berbeda, dimana kreasi seni dipertunjukkan sebelum upacara dilaksanakan. Upacara tersebut diikuti oleh sekitar 600 peserta, terdiri dari personel TNI/Polri, Wasdal / Dinas Perhubungan, perwakilan Organisasi Perangkat Daaerah (OPD), serta perwakilan siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Kota Bontang.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni bertindak sebagai inspektur upacara pada kesempatan tersebut. Membacakan sambutan Menteri Pendidikan RI, Neni menyampaikan bahwa bangsa Indonesia baru saja melewati satu proses pembelajaran melalui pemilu 2019, dimana warga menjadi semakin dewasa dalam berdemokrasi.

Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa, berilmu, kreatif, serta menjadi warga negara yg bertanggung jawab.

Saat ini, tanggung jawab bangsa dalam menjaga aset vital milik negara dipertaruhkan, demikian pula dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan.

Disampaikan Neni, pemerintahan saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur merupakan prasyarat negara maju, sementara Indonesia baru memiliki 39 persen infrastruktur dari yang seharusnya.

Neni memaparkan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian khusus pada pendidikan yang berada di garis terluar wilayah negara bahkan sampai di luar perbatasan, seperti Sabah dan Serawak yang masuk dalam wilayah negara Malaysia.

Pembangunan kini mulai bergeser kepada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yang merupakan urgensi pemerintahan saat ini.

Adapun tema yang diusung mencerminkan perspektif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam membangun pendidikan, yakni pendidikan karakter dan pendidikan generasi terdidik dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

Dijelaskan Neni, Revolusi 4.0 saat ini mempengaruhi cara hidup, berpikir serta berperilaku peserta didik. Selain ilmu pengetahuan, kecintaan dan kebanggaan pada simbol negara juga harus ditanamkan pada siswa sejak dini untuk menumbuhkan nasionalisme dan jiwa patriot.

Neni menambahkan, anggaran pendidikan dari Pemerintah Pusat sekitar 63 persen dikelola oleh Pemerintah Daerah. Selain itu, Pemda juga harus menganggarkan minimal 20 persen dari APBD untuk pendidikan.

Apresiasi tak lupa diberikan kepada kontributor pendidikan yang tak lelah dalam mendidik masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Bontang juga memberikan penghargaan bagi guru dan siswa berprestasi dalam bidang akademik maupun olahraga, serta memberikan laptop bagi sejumlah TK Negeri di Kota Bontang.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, antara lain Kapolres Bontang (AKBP Siswanto Mukti), Komandan Kodim 0908 (Letkol Arm Eko Prsitiono), Komandan Den Arhanud 002/ABC (Mayor Arh Reindi T Nugroho), Komandan Pos TNI AL (Lettu Laut M. Dabukke), serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

(Udz/Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *