Bontang- Guna mengevaluasi progres pelaksanaan serta persiapan kegiatan akan datang, Badan Kesbangpol menggelar rapat internal pada Jumat, 7 Agustus 2020. Bertempat di Ruang Rapat Badan Kesbangpol, Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol, Sony Suwito Adicahyono dan diikuti oleh Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang dan Sub Bagian, serta staf pelaksana. Membuka kegiatan, Kaban Kesbangpol, Sony Suwito Adicahyono menyampaikan bahwa Bakesbangpol memiliki sejumlah agenda penting untuk dilaksanakan tahun ini, salah satunya yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Desember mendatang.  Selain itu, Bakesbangpol juga harus mematangkan sejumlah inovasi yang telah didaftarkan sehubungan dengan partisipasi dalam Innovative Government Award (IGA) 2020. IGA merupakan perhelatan Kementerian Dalam Negeri yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Bontang.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, Marwati, pada kesempatan tersebut memaparkan tentang rencana pelaksanaan sosialisasi Pemilukada 2020 pada Bulan Agustus hingga September 2020. Adapun kegiatan tersebut bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu Kota Bontang. Mengenai Desk Pemilukada, rapat tim akan dilakukan mulai bulan Agustus hingga Oktober mendatang. Marwati menambahkan, pencairan Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol) telah dilaksanakan bagi 10 (sepuluh) Parpol. Pihaknya juga terus berupaya membuat alur pengembangan sistem bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika guna mematangkan aplikasi Si Maya Batik. Sementara itu, bidang Poldagri dan Ormas juga merencanakan untuk melakukan kunjungan sekaligus pembinaan pada Ormas yang SKT (Surat Keterangan Terdaftar)-nya akan expired. Menanggapi hal tersebut, Sony menyarankan bahwa kunjungan pada Ormas dapat diganti dengan komunikasi melalui media seperti surat maupun platform online, sehingga lebih efektif dan efisien. Sementara itu mengingat pelaksanaan Pilkada yang kian dekat, Sekretaris Bakesbangpol, Natalia Trisnawati mengingatkan bahwa peralatan di Desk Pilkada harus dipersiapkan dan dilengkapi. Bidang setempat dapat berkoordinasi dengan Sekretariat (Sub Bagian Umum) guna membantu penyiapan peralatan yang dibutuhkan.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen, Ani Zaitun, memaparkan mengenai progres pelaporan harian yang disusun oleh tim pada bidang setempat. Ani menyatakan bahwa jajarannya akan meningkatkan performa laporan harian. Adapun kendala yang dihadapi dalam melaporkan situasi harian yang terjadi di Kota Bontang antara lain keterbatasan informasi yang diberikan oleh stakeholder. Menyikapi hal tersebut, Sony mengingatkan agar jajaran bidang setempat harus bersikap layaknya Intelijen yang aktif dalam mencari informasi kegiatan dari pihak-pihak terkait. Ia juga mengingatkan bidang setempat untuk terus meningkatkan penguasaan pada bidang pekerjaan yang digeluti dalam upaya memahami pekerjaan serta mengembangkan diri. Ke depan, masing-masing tim pemantau akan diberi target untuk menyusun minimal 3 (tiga) laporan mengenai situasi harian di Kota Bontang.

Sementara itu, Jainuddin, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama memaparkan mengenai tindak lanjut kegiatan Life Skill yang dicanangkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim. Adapun kegiatan yang ditujukan untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi eks pecandu dan pengedar narkotika tersebut tertunda pelaksanaannya akibat pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Kaltim saat ini. Selain itu, Jainuddin menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan draft naskah kajian akademis tentang P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Dalam upaya memantau situasi dan harga pangan, Sub Bidang Ketahanan Ekonomi juga telah rutin melakukan pemantauan stok dan harga bahan pangan ke pasar-pasar tradisional di Kota Bontang. Pemantauan dilakukan setiap hari Senin dan Kamis.

Menyikapi pandemi Covid-19, Kepala Sub Bagian Umum, Sapta Pambengkas menyampaikan mengenai perubahan penyelenggaraan kegiatan Perjalanan Dinas dalam tatanan normal baru. Adapun perjalanan dinas dibatasi pelaksanaanya serta harus memperhatikan kondisi atau zona daerah tujuan. Selain itu, kegiatan sosialiasi maupun rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat daerah (OPD) harus menerapkan protokol kesehatan, antara lain menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer, serta membatasi jumlah peserta dalam ruangan. Adapun kapasitas maksimal yakni tidak lebih dari 50% kapasitas ruangan.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas mengenai keikutsertaan Badan Kesbangpol dalam helatan Innovation Government Award (IGA) Tahun 2020 yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Bontang. Terdapat 32 inovasi yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Bontang pada ajang tersebut, termasuk diantaranya 5 inovasi dari Badan Kesbangpol. Kelima inovasi tersebut antara lain Si Maya Batik (Sistem Rumah Layanan Bantuan Keuangan Politik), Gempita (Gerakan Pemuda Cinta Tanah Air), Klik LP (Klik Laporan Pemantauan), Si Omas (Sistem Organisasi Kemasyarakatan), dan Sambang Omas (Sambang Organisasi Kemasyarakatan).

(*nov)