Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Pilkada di Kecamatan

Bontang – Partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) sangat menentukan kemajuan dan pembangunan di suatu daerah. Kota Bontang merupakan salah satu Kota di Indonesia yang menggelar Pilkada pada tahun 2020 ini. Pilkada akan digelar secara serentak pada 9 Desember mendatang. Guna meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi tersebut, Badan Kesbangpol menggelar sosialisasi bagi warga di wilayah Kecamatan Bontang Utara pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, sosialisasi diikuti oleh anggota Majelis Taklim dan Tim Penggerak PKK di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Sosialisasi turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol (Sony Suwito Adicahyono) beserta jajaran, Plt. Camat Bontang Utara (Chahyo Hadi Wicakso), Ketua KPU Kota Bontang (Erwin) dan Ketua Bawaslu Kota Bontang (Nasrullah).

Plt. Camat Bontang Utara menyambut baik kegiatan yang digelar di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, Chahyo mengimbau agar peserta sosialisasi dapat mengarahkan anggota keluarga untuk menggunakan hak pilih pada pilkada mendatang. Ia menyebut, KPU dan Bawaslu saat ini tengah melaksanakan sejumlah tahapan pemilu. “Kita harus menghargai setiap jerih payah yang telah dilakukan, maka mari luangkan waktu untuk datang ke TPS 9 Desember nanti”, papar Chahyo.

Adapun narasumber sosialisasi yakni Ketua KPU, Erwin dan Ketua Bawaslu, Nasrullah. Pada kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan bahwa target partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bontang Tahun 2020 yakni sebesar 77,5 persen. Ia menyebut, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Kota Bontang saat ini yaitu 121.617 orang. Untuk memastikan apakah sudah masuk dalam daftar, masyarakat dapat datang langsung ke sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau ketua RT di kelurahan setempat.

Masyarakat juga dapat mengecek secara online dengan mengakses situs lindungihakpilihmu.go.id . Apabila hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan dan belum terdaftar, maka yang bersangkutan tetap bisa datang ke TPS mulai jam 12.00-13.00 WITA, dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga. “Selama surat suara masih ada, maka warga yang tidak terdaftar pada DPT tetap bisa menyalurkan hak pilihnya”, tambah Erwin.

Sementara itu, menyikapi tahapan pilkada yang dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, Ketua Bawaslu Nasrullah menyebut bahwa Bawaslu memiliki kewenangan untuk memberikan teguran tertulis terhadap pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan kegiatan pemilu, khususnya kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon (paslon) secara tatap muka dengan masyarakat. Kampanye yang dinilai melanggar protokol kesehatan dapat dibubarkan oleh anggota polisi berdasarkan penyampaian dari Bawaslu. Masyarakat diminta untuk tanggap jika menemukan adanya pelanggaran dalam kampanye di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, Nasrullah juga mengingatkan peserta untuk tidak terlibat dalam money politic. “Jadi misalnya, Ibu menerima uang dan beras dari paslon. Ternyata ada tetangga yang tahu lalu melapor kepada kami. Maka ancamannya bisa 3-6 tahun kurungan”, ujarnya. Selain penerima, pemberi uang pun juga tak lepas dari sanksi pidana.

Setelah sesi materi, peserta kegiatan juga berkesempatan untuk berdialog dengan kedua narasumber. Pelaksanan sosialisasi tersebut akan dilanjutkan pada dua kecamatan lainnya di Kota Bontang, yakni Kecamatan Bontang Selatan dan Bontang Barat.

(*nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *